Rabu, 20 Januari 2021 16:57
Print

Tulungagung - Rabu (20/01/2021) Rektor IAIN Tulungagung, Maftukhin melantik pengurus organisasi kemahasiswaan (ORMAWA) di lingkungan Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Tulungagung. Pelantikan tersebut dilaksanakan di Aula Lantai 6 Gedung KH Arief Mustaqiem.

 

Mengingat saat ini dalam masa pandemi maka kegiatan tersebut dilakukan dengan memperhatikan protokol kesehatan. Salah satu di antaranya hanya mengundang satu perwakilan dari masing-masing organisasi untuk menghindari kerumumunan masa yang banyak. Selain itu juga diupayakan jaga jarak serta penggunaan hand sanitizer bagi para peserta pelantikan dan tamu undangan.

 

Dalam sambutannya seusai prosesi pelantikan, Rektor IAIN Tulungagung, Maftukhin menyampaikan, bahwa setahun yang lalu di tempat yang sama juga dilakukan kegiatan yang sama yakni pelantikan para pengurus SEMA, DEMA, UKM dan ormawa lainnya. Namun selang beberapa waktu datanglah pandemi Covid-19 yang menyebabkan berbagai kegiatan terpaksa tidak bisa dilakukan baik di dalam maupun di luar kampus, termasuk kegiatan yang menjadi agenda organisasi kemahasiswaan.

 

“Perkuliahan awalnya kita juga gagal, tapi alhamdulillah sekarang bisa berjalan semakin baik.” kata Rektor.

 

Lebih lanjut, rektor juga mengatakan bahwa organisasi kemahasiswaan selama satu tahun tidak bisa melakukan secara sepenuhnya tugas dan fungsi masing-masing. Hal tersebut terlihat dari penyerapan anggaran untuk mahasiswa banyak yang tidak terserap.

 

“Semua kegiatan kita dibatasi, semua kegiatan kita terkendala dengan adanya pandemi.” kata Rektor.

 

Namun demikian, beberapa organisasi kemahasiswaan tetap bisa melakukan kegiatan meski tidak seleluasa sebelumnya. Contohnya unit kegiatan khusus mahasiswa marching band, di mana mereka tetap bisa mengikuti lomba meski secara virtual.

 

Masih menurut rektor, beberapa organisasi diharapkan bisa mencari kegiatan yang mungkin bisa dilakukan. Misalnya KSR atau Korp Suka Rela, seharusnya di masa pandemi ini mereka menampakkan aktivitasnya, apalagi selama ini Rusunawa milik IAIN Tulungagung digunakan sebagai tempat isolasi dan penyembuhan pasien Covid-19.

 

Sekali lagi Rektor menyampaikan harapannya, agar semua organisasi kemahasiswaan di IAIN Tulungagung untuk berlomba-lomba mencari kegiatan. Ini musim bencana, tentu ada hal yang bisa kita lakukan untuk berkontribusi dalam penangngulangannya, sebisanya.

 

“Oleh karena itu, tentu pembiayaan bisa kita pikirkan bersama-sama.” kata Rektor.

 

Di bagian lain dalam sambutannya, Rektor mewanti-wanti supaya prestasi para mahasiswa yang aktif di organisasi kemahasiswa tetap diperhatikan. Tidak hanya prestasi dalam berkegiatan di organisasi, namun juga prestasi akademik.

 

“Jangan sampai saudara aktif di organisasi tapi prestasi akademiknya hancur-hancuran. Itu tolong diperhatikan.” kata Rektor mengingatkan.

 

Rektor juga menambahkan bahwa hampir semua pimpinan di IAIN ini dulunya adalah aktivis. Mereka biasa demo, termasuk Rektor sendiri. Namun, dengan segala daya dan upayanya mereka bisa meraih apa yang menjadi harapannya.

 

Mengenai fungsi pimpinan IAIN dan mahasiswa, Rektor menjelaskan bahwa fungsi keduanya adalah saling berintegrasi, berkolaborasi dalam mengembangkan lembaga ini. Itulah yang disebut sebagai civitas akademika. Menurutnya dosen dan mahasiswa adalah civitasi akademika yang diharapkan bisa berkolaborasi bersama-sama untuk menjadikan lembaga perguruan tinggi ini diakui oleh nusantara di dalam beberapa hal.

 

“Semoga saja semua sukses. Sukses akademika, sukses senatorius, sukses akademikus. Sebagaimana mars mahasiswa internasional, viva academica, vica senatorius dan viva academicus.” ujar Rektor sebelum mengakhiri sambutannya. (humas/sin)