Kamis, 06 Agustus 2020 19:39
Print
Tulungagung – Pelaksanaan seleksi penerimaan mahasiswa baru jalur Ujian Masuk Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (UM-PTKIN) tahun 2020 berakhir hari ini (06/08/2020). Dari data partisipasi peserta, persentase kehadiran peserta di Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Tulungagung di atas 90 persen. Data tersebut berdasarkan paparan progress report pelaksanaan UM-PTKIN yang disampaikan oleh Ketua Panitia Pusat UM-PTKIN yang juga Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Gunung Djati Bandung, Mahmud kepada Menteri Agama RI, Fachrul Razi saat meninjau pelaksanaan UM-PTKIN di UIN Sultan Maulana Hasannudin Banten.
 
Selama empat hari pelaksanaan UM-PTKIN di IAIN Tulungagung yang terbagi dalam 12 sesi, tercatat sebanyak 3.936 peserta atau 92,87% dari total 4.238 pendaftar aktif mengikuti tes.
 
“Berdasarkan simulasi yang dilakukan pada tanggal 23 sampai dengan 29 Juli 2020 lalu yang hanya diikuti 72 persen peserta, kehadiran di atas 90 persen ini sungguh di luar dugaan.” kata Abd. Aziz.
 
Masih menurut Abd. Aziz, angka di atas 90 persen tersebut bisa diraih tak lepas dari langkah aktif panitia lokal IAIN Tulungagung dalam mensosialisasikan pelaksanaan ujian online UM-PTKIN. Hal tersebut antara lain dilakukan dengan tekun berupaya melayani peserta yang mengalami kendala teknis sejak simulasi hingga pelaksanaan ujian melalui berbagai saluran komunikasi, baik itu dengan telefon maupun media sosial seperti instagram, facebook dan twitter serta aplikasi messenger.
 
Tak lupa, Abd. Aziz juga mengingatkan kepada para peserta yang tidak lolos seleksi UM-PTKIN masih ada peluang untuk kuliah di Kampus Dakwah dan Peradaban, yakni dengan mendaftar melalui seleksi penerimaan mahasiwa baru Jalur Mandiri (SPMB Mandiri).
 
“Jalur mandiri ini adalah gelombang ketiga penerimaan mahasiswa baru yang saat ini sudah dibuka masa pendaftarannya dan ditutup pada 24 Agustus 2020.” kata Abd. Aziz.
 
Dikonfirmasi terpisah, Rektor IAIN Tulungagung saat dihubungi via telefon, mengatakan bahwa dengan memperhatikan kesuksesan pelaksanaan tes UM-PTKIN secara online ini, maka sangat dimungkinkan pelaksanaan tes SPMB Mandiri juga dilaksanakan secara online.
 
“Ini mempertimbangkan juga dengan situasi pandemi Covid-19 yang menuntut untuk meminimalisir pengumpulan massa dalam jumlah yang banyak dan memaksimalkan peran teknologi dalam pelaksanaan pendidikan.” kata Rektor yang sejak tahun lalu selalu mendengungkan tekad IAIN Tulungagun untuk menjadi Smart Campus.
 
Namun demikian, pelaksanaan tes online ini bukannya berjalan tanpa kendala. Dari pantauan redaksi, salah satu kendala yang dialami peserta adalah jaringan internet yang tidak stabil yang membuat koneksi internet terputus, dan aplikasi tes secara otomatis memblokir login peserta, sehingga harus dilakukan reset.
 
Adapun peserta yang mengalami kendala dapat menyampaikan keluhannya ke admin SAPA (Sistem Administrasi Pelayanan) melalui laman sapa.um-ptkin.ac.id. untuk ditindaklanjuti oleh panitia. Data dari admin SAPA IAIN Tulungagung selama empat hari pelaksanaan tes terdapat 169 keluhan yang masuk. Data yang masuk tersebut akan diverifikasi oleh panitia untuk melihat peserta mana saja yang layak untuk dilakukan penjadwalan ulang.(lil)