Penyintas Covid-19 Lulus Ujian Terbuka Doktor di IAIN Tulungagung

Rabu, 01 Juli 2020 18:33
Print

Tulungagung – Salah seorang penyintas Covid-19 berhasil lulus ujian terbuka doktor di Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Tulungagung pada Rabu (01/07/2020). Dia adalah Syaikhul Munib yang beberapa waktu lalu terkonfirmasi Covid-19 dari klaster pelatihan haji yang dilaksanakan di Surabaya. Dalam ujian terbuka tersebut tim penguji memberikan nilai sangat memuaskan.

 

Di IAIN Tulungagung, Syaikhul Munib adalah merupakan mahasiswa Pascasarjana Program Doktor Manajemen Pendidikan Islam angkatan tahun 2016. Sementara dari latar belakang profesi saat ini dia menjabat sebagai Seksi Penyelenggaraan Haji dan Umroh Kantor Kementerian Agama (Kanmenag) Kabupaten Blitar.

 

Pada ujian yang dilakukan secara daring melalui aplikasi Zoom tersebut, Syaikhul Munib berhasil mempertahankan disertasinya yang bertajuk “Strategi Peningkatan Mutu pada Satuan Pendidikan Berprestasi (Studi Multikasus pada Madrasah Aliyah Negeri dan Madrasah Aliyah Ma’arif Nahdlatul Ulama di Kota Blitar).

 

Adapun tim penguji dalam sidang terbuka tersebut antara lain: Prof. Dr. Maftukhin, M.Ag., Prof. Dr. H. Akhyak, M.Ag., Prof. Dr. H. Mujamil, M.Ag., Dr. Ngainun Na’im, M.H.I., Dr. Agus Zainul Fitri, M.Pd., Prof. Dr. H. Yatim Riyanto, M.Pd., Prof. Dr. H. Achmad Patoni, M.Ag., Dr. H. Abd. Aziz, M.Pd.I. dan Dr. Hj. Binti Maunah, M.Pd.I..

 

Seusai sidang terbuka, Syaikhul Munib yang dihubungi via telepon selulernya menceritakan tentang penyelesaian disertasinya yang diwarnai dengan terserangnya dia oleh wabah Covid-19. Cerita tersebut berawal ketika pada 7 Maret 2020 lalu ketika disertasinya telah selesai terkait turnitin plagiarism dan pada tanggal 8 Maret 2020 dia berangkat ke Surabaya untuk mengikuti Diklat Penyelenggaraan Haji di Asrama Haji Surabaya. Saat mengikuti Diklat di Surabaya itulah pada tanggal 15 Maret 2020, Syaikhul Munib merasakan demam hingga akhirnya pulang pada 18 Maret 2020.

 

Sesampai di Blitar dia pun menjalani rawat jalan di Rumah Sakit Daerah (RSD) Mardi Waluyo, Blitar hingga akhirnya tanggal 21 Maret sampai dengan 4 April 2020 harus diisolasi karena dinyatakan positif Covid-19. Dan selama diisolasi tersebutlah dia menyelesaikan revisi disertasinya.

 

“Sepulang dari rumah sakit saya menjalani karantina di rumah. Dan saat itu pula saya juga mengerjakan revisi dan revisi secara online. Alhamdulillah semua berjalan dengan lancar.” kata Syaikhul Munib.

 

Syaikhul Munib juga mengaku sangat bersyukur setelah berhasil menyelesaikan sidang terbuka. Dengan selesainya tahapan tersebut dia mengaku tidak sampai di sini. Dia mengaku ingin terus mengembangkan potensi diri sehingga ilmu yang diperoleh selama di IAIN Tulungagung bisa bermanfaat.

 

Sementara itu, Rektor IAIN Tulungagung, Maftukhin sebagai Ketua Sidang Terbuka tersebut sebelum sidang ditutup menyampaikan apresiasinya kepada Syaikhul Munib sebagai promovendus. Hal tersebut tak lepas berhasilnya Syaikhul Munib menyelesaikan disertasinya hingga menjalani sidang terbuka meski sempat didera wabah Covid-19 hingga sempat diisolasi.

 

“Selamat untuk anda, dan semoga apa yang telah anda capai ini bisa lebih dikembangkan lagi dan bisa memberikan manfaat bagi sesama. Dan semoga kesuksesan selalu menyertai anda.” kata Rektor.(ulil/sin)