Minggu, 15 Maret 2015 19:57
Print
 

Tulungagung (Antara Jatim) - Menteri Pemuda dan Olahraga RI, Imam Nahrawi mengunjungi kampus IAIN Tulungagung, Sabtu dan mengkampanyekan program kampus bersih narkoba di hadapan ratusan civitas akademika dan lintas tokoh agama serta tokoh masyarakat setempat.

Koresponden Antara di Tulungagung melaporkan, kedatangan mantan Ketua GP Ansor Jatim ini mendapat sambutan hangat ratusan mahasiswa, dosen serta sejumlah perwakilan masyarakat.

Begitu tiba di kampus IAIN Tulungagung sekitar pukul 16.00 WIB, Nahrawi langsung disambut seluruh unsur pimpinan kampus setempat sebelum kemudian diberi kesempatan menjadi pembicara dalam forum dialog khusus yang telah dipersiapkan.

"Saya kesini karena saya ingin semua perguruan tinggi di Indonesia bersih dari narkoba," seru Nahrawi dalam pembukaan pidatonya.

Politisi dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini menjelaskan, program bersih dari narkoba selama ini rutin mereka galakkan di lingkungan Kementerian Pemuda dan Olahraga.

Tidak hanya sekali, lanjut dia, hampir setiap bulan diadakan tes urine bagi seluruh pejabatnya. 

Dari hasil tes itu, Nahrawi mengatakan diketahui ada salah satu pejabat di lingkungan kementriannya yang positif menggunakan narkoba. 

"Di kementerian sudah kami galakkan sekarang giliran di kampus bersih dari narkoba," ujarnya.

Para pengedar dan bandar kakap narkoba dinilai Menpora justru telah merusak generasi muda tanah air yang tengah dihadapkan pada tantangan jaman yang makin kompleks. 

Karena itu, kata dia, kalangan kampus, mahasiswa dan pemuda harus ikut bersama-sama memerangi narkoba dan mendukung hukuman maksimal bagi para pelaku kejahatan kemanusiaan tersebut.

Mantan Sekjen PKB ini juga meyatakan dukungan penuh terhadap keputusan Presiden Joko Widodo yang menolak grasi para gembong dan pengedar narkoba. 

Menurutnya langkah yang diambil Presiden sudah sangat tepat karena bahaya narkoba yang dapat membunuh ratusan hingga ribuan masyarakat. 

"Harus diingat bahaya narkoba yang bisa saja membunuh banyak masyarakat untuk itu kampus harus bersih dari narkoba," tuturnya.

Lanjut dia, keputusan presiden yang tetap melaksanakan hukuman mati bagi gembong narkoba mendapat banyak tanggapan dari negara asing. 

Bahkan negara tetangga Australia sempat tawarkan penukaran tahanan untuk membebaskan dua warganya dari hukuman mati. 

Imam Nahrowi sendiri sangat menyayangkan hal ini. 

Menurutnya negara lain harus menghargai semua proses hukum di Indonesia. 

"Intervensi yang dilakukan oleh negara lain menunjukkan mereka kurang menghargai hukum Indonesia," terangnya.

Dalam silaturrahmi ke IAIN Tulungagung ini, Imam Nahrowi juga memberikan apresiasi bagi masyarakat Tulungagung, yang mendukung program kampus bersih dari narkoba. 

"Kami harapkan semua pihak bisa bersinergi sehingga kampus bersih dari narkoba," ujarnya. (*)

 

Redaktur: Tunggul Susilo

COPYRIGHT © ANTARA 2015

 

http://www.antarajatim.com/lihat/berita/153445/menpora-kampanye-program-kampus-bebas-narkoba

 
Sabtu, 14 Maret 2015 13:43
Print
| 3018 Views

 

Tulungagung (Antara Jatim) - Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Tulungagung, Jawa Timur mengajukan anggaran operasional dan pengembangan fasilitas perkuliahan sebesar Rp150 miliar ke pemerintah, sebagai konsekuensi perubahan status kampus tersebut dari (Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri) STAIN menjadi IAIN.

"Anggaran sebesar itu terutama kami butuhkan untuk penambahan ruang kelas, sehingga daya tampung IAIN Tulungagung meningkat dibanding saat masih berstatus STAIN," terang rektor IAIN Tulungagung, Maftuhin, Minggu.

Ia tidak merinci rencana alokasi anggaran yang melonjak hampir 200 persen lebih dibanding saat masih berstatus STAIN tersebut.

Kepada Antara, ia hanya mengisyaratkan ambisi lembaga pendidikan tinggi yang dipimpinnya untuk menambah infrastruktur fasilitas perkuliahan serta pengembangan lahan kampus.

Selama kurun tahun anggaran 2015, misalnya, Maftuhin mengatakan IAIN berencana membangun gedung perkuliahan untuk 40 kelas baru.

Kata dia, pembangunan fisik sedianya akan terus mereka lakukan bertahap, demi menyesuaikan penambahan jumlah mahasiswa setiap tahunnya maupun pengembangan lima program studi (prodi) baru untuk jenjang S-1 maupun program pascasarjana (S-3).

"Sebagian anggaran juga akan kami alokasikan untuk penambahan lahan, hingga tercapai syarat minimal menjadi UIN (Universitas Islam Negeri), yaitu 25 hektare. Sekarang lahan IAIN Tulungagung baru 12 hektare dan kami berharap dalam 10 tahun ke depan (target ini) bisa tercapai," ujarnya meyakinkan.

Saat ini, kendati telah berubah status dari STAIN menjadi IAIN terhitung sejak diresmikan pada 28 Desember 2013, IAIN Tulungagung sampai saat ini belum bisa segera menambah fasilitas perkuliahan baru.

Hal itu bisa terjadi lantaran anggaran yang digelontor pemerintah pusat melalui Kementrian Agama RI masih menggunakan asumsi STAIN.

"Karena perubahan status terjadi di akhir tahun maka alokasi anggaran belum bisa dimasukkan dalam perencanaan APBN 2014, sebab penyusunan anggaran kan selalu sejak setahun sebelumnya sehingga anggaran kami masih menggunakan asumsi STAIN, sekitar Rp50 miliar," terangnya.

Karenanya, melalui penambahan alokasi anggaran sebesar Rp150-an miliar yang dikucurkan pemerintah pada 2015, IAIN Tulungagung berharap lembaga perguruan tinggi Islam negeri tersebut bisa menampung hingga 10 ribu mahasiswa.

Lanjut Maftuhin, kuota kebutuhan anggaran IAIN yang saat ini memiliki 14 prodi untuk jenjang S-1 dan enam prodi untuk jenjang S-2 tersebut diproyeksikan terus meningkat sekitar 20 persen setiap tahunnya, menyesuaikan dengan peningkatan jumlah penerimaan mahasiswa baru, penambahan tenaga dosen, pengembangan fasilitas kampus, maupun kebutuhan operasional lainnya.

Selain pengembangan kampus, IAIN Tulungagung juga tengah merintis kelas internasional untuk sejumlah program studi di lembaga tersebut, terutama untuk calon mahasiswa S-1 dari beberapa negara ASEAN yang berlatar belakang Muslim.

Hal itu ditandai dengan jalinan kerja sama dengan Organisasi Agama Islam Pattani di Thailand Selatan. Saat ini, jumlah mahasiswa Thailand yang menimba ilmu di IAIN Tulungagung tercatat berjumlah 75 orang.

Gelombang pertama masuk 20 mahasiswa pada tahun ajaran 2013/2014 dan tahun ini (2014/2015) IAIN kembali menerima mahasiswa baru dari Negeri Gajah Putih sebanyak 55 orang.

Mereka kini tersebar di sejumlah program studi untuk masa pendidikan normal delapan semester atau empat tahun.

Beberapa program studi yang ditawarkan untuk mahasiswa asing antara lain adalah jurusan hukum ekonomi syariah, pendidikan agama Islam, pendidikan Bahasa Arab, ushuludin, hingga ekonomi dan bisnis Islam.

Tidak hanya membuka kesempatan belajar bagi mahasiswa Muslim dari Thailand Selatan, bentuk kerja sama di bidang pendidikan dengan Organisasi Agama Islam Pattani juga mereka wujudkan dengan mengirim mahasiwa S-1 semester akhir untuk melakukan kegiatan PPL/KKN (program pendidikan lapangan/kuliah kerja nyata) di sejumlah daerah dan kota di Thailand Selatan.

Maftuhin mengisyaratkan, pihaknya berencana menawarkan program perkuliahan IAIN Tulungagung ke sejumlah negara ASEAN lain, seperti Myanmar, Filipina, Laos, Kamboja serta Malaysia. (*)

 

http://www.antarajatim.com/lihat/berita/135519/iain-tulungagung-ajukan-anggaran-rp150-miliar

Redaktur: Tunggul Susilo

COPYRIGHT © ANTARA 2015

 

Page 2 of 3

<< Start < Prev 1 2 3 Next > End >>