Rabu, 09 Mei 2018 13:53
Print

Medan -Forum Mudir Ma’had se-Indonesia dan Rihlah Ilmiah Ma’had al-Jami’ah ke V diselenggarakan di Universitas Islam Negeri Sumetera Utara (UINSU) pada tanggal 07 -  11 Mei 2018. Pada awalnya kegiatan ini hanya dilaksanakan di pulau Sumatera karena adanya pertumbuhan Ma’had al-Jami’ah dan kesadaran dari pengurus untuk memberikan perhatian secara serius dalam pengelolaan Ma’had al-Jami’ah. Pada akhirnya muncul ide untuk melaksanakan satu kegiatan yang dapat mempersatukan visi dan misi Ma’had al-Jami’ah yakni Rihlah Ilmiah yang diikuti oleh beberapa Ma’had al-Jami’ah di Sumatera.

Terselenggaranya Rihlah Ilmiah juga merupakan sarana mengeratkan tali silaturrahim antar Ma’had al-Jami’ah. Pelaksanaan Rihlah Ilmiah di awali di IAIN Bengkulu pada tahun 2014, UIN Ar-Ranity Banda Aceh pada tahun 2015, UIN Sultan Syarif Kasim pada tahun 2016, UIN Raden Fatah Palembang pada tahun 2017 dan pada tahun ini berada di UIN Sumetara Utara. Kegiatan ini mendapatkan respon yang positif dari Direktorat Jendral Pendidikan Islam Kementerian Agama yang juga hadir pada FGD Mudir Ma’had al-Jami’ah PTKIN dan pembukaan acara rihlah ilmiah. Peserta dari kegiatan ini menjadi lebih berskala nasional, dan mendorong adanya pertemuan tahunan forum Mudir Ma’had al-Jami’ah PTKIN.

Hari ini, 08 Mei 2018 pada pukul 14.00 WIB diselenggarakan pertemuan pertama Focus Group Discussion (FGD) seluruh Mudir Ma’had al-Jami’ah PTKIN, adapun yang ditugasi menjadi ketua sidang yakni Mudir Ma’had IAIN Bengkulu Drs. H. M. Nasron HK, M.Pd.I. Dalam forum FGD tersebut tidak terkecuali Mudir Ma’had IAIN Tulungagung menyampaikan kurikulum pembelajaran yang ada di Ma’had al-Jami’ah IAIN Tulungagung, disamping itu Dr. H. Teguh, M. Ag juga berbagi mengenai pembiayaan yang selama ini menunjang kegiatan pembelajaran yang ada di Ma’had al-Jami’ah IAIN Tulungagung. Pada kesempatan tersebut Dr. H. Teguh, M.Ag juga membagikan buku panduan UPT Pusat Ma’had al-Jami’ah sebagai bentuk sharing kurikulum yang telah dilaksanakan.

Pada akhirnya hasil dari FGD pertemuan Mudir Ma’had al-Jami’ah PTKIN menghasilkan lima poin penting yang akan disampaikan kepada Direktorat Jendral Pendidikan Islam. Lima poin tersebut yakni 1) Alih status tentang struktur organisasi dari Unit Pelaksana Teknis (UPT) untuk didorong menjadi sebuah “Lembaga” yang memiliki kewenangan lebih luas; 2) Pelaksanaan “Forum Mudir Ma’had al-Jami’ah PTKIN” dilaksanakan secara rutin tahunan; 3) Pada tahun 2019, pelaksanaan Pertemuan Forum Mudir dan Rihlah Ilmiah dilaksanakan di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta; 4) Penyusanan kurikulum reguler Ma’had al-Jami’ah Se-Indonesia, sehingga memiliki kesamaan kurikulum meskipun terdapat keunikan dari masing-masing Ma’had; 5) Mendorong pelaksanaan pertemuan Mudir Ma’had al-Jami’ah PTKIN mendapatkan anggaran dari pusat seperti halnya PWN, PIONEER, ICIIS.

Dilanjutkan pada pukul 15.00 WIB Direktorat Jendral Pendidikan Islam Prof. Dr. Phil. Kamaruddin Amin, M.A hadir pada acara FGD Mudir Ma’had al-Jami’ah se-Indonesia dan Rihlah Ilmiah ke V. Dipandu oleh tuan rumah yakni Rektor UIN Sumatera Utara Prof. Dr. Saidurrahman, M.Ag dan Mudir Ma’had al-Jami’ah UIN Sumatera Utara Dr. Harun Alrasyid M.A menyampaikan lima poin penting hasil dari forum FGD Mudir Ma’had al-Jami’ah PTKIN. Direktorat Jendral Pendidikan Islam Prof. Dr. Phil. Kamaruddin Amin, M.A menyetujui dan akan mengupayakan penguatan Ma’had al-Jami’ah dari UPT menjadi Lembaga. Beliau akan mengupayakan untuk meyakinkan stakeholder yakni Kementerian Agama dan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara agar bisa disetujui usulan tersebut.

Prof. Dr. Phil. Kamaruddin Amin, M.A berpesan bahwa agar bisa meyakinkan stakeholder, maka perlu adanya susunan standar kurikulum Ma’had al-Jami’ah dan pembahasan secara serius mengenai hal tersebut. Disamping itu ada tiga hal penting yang sangat krusial untuk suksesnya penyelenggaran pembelajaran di Ma’had yakni “Metodologi, Kurikulum dan SDM”. Beliau menuturkan perlu adanya penguatan kompetensi, penguasaan ilmu-ilmu ke-Islaman, penguatan dalam kompetensi bahasa, penguatan penguasaan literatur. Beliau sangat menyadari bahwa Ma’had memiliki peran strategis dalam mencetak kader ulama’, sehingga sangat mendukung kegiatan seperti ini.

Setelah Forum FGD Ma’had al-Jami’ah PTKIN selesai, dilanjutkan dengan acara pembukaan Rihlah Ilmiah ke-V oleh Prof. Dr. Phil. Kamaruddin Amin, M.A, pada kesempatan tersebut beliau menyampaikan bahwa Ma’had al-Jami’ah harus menyiapkan santri untuk siap menghadapi revolusi industri 4.0. Ma’had al-Jami’ah perlu memikirkan bagaimana mahasiswa yang berasal dari generasi milenial untuk menguasai teknologi, dimana revolusi industri 4.0 ditandai dengan era ekonomi digital.

Menindaklanjuti dari dukungan dari Direktorat Jendral Pendidikan Islam Prof. Dr. Phil. Kamaruddin Amin, M.A, forum FGD akan dilanjutkan sampai pada tanggal 11 Mei 2018 untuk membahas standar kurikulum Ma’had al-Jami’ah secara intensif. Di akhir dari FGD tersebut akan melahirkan draft kurikulum Ma’had al-Jami’ah yang terstandar dan menjadi acuan Ma’had se-Indonesia, serta penandatangan MoU kerjasama antar Ma’had. Disamping itu, pelaksanaan rihlah ilmiah ke-V yang telah dibuka oleh Prof. Dr. Phil. Kamaruddin Amin, M.A akan dimulai pada tanggal 09-10 Mei 2018. Semoga pelaksanaan FGD Mudir Ma’had al-Jami’ah PTKIN dan Rihlah Ilmiah ke-V membawa kebaikan bagi masing-masing Ma’had al-Jami’ah, dan secara khusus Ma’had al-Jami’ah IAIN Tulungagung. (wikan for humas)