Jumat, 20 Oktober 2017 10:42
Print

Tulungagung – Untuk memperingati keluarnya resolusi jihad pada masa perang kemerdekaan Indonesia yang kemudian dikenal dengan hari santri, pagi ini (20/10/2017) IAIN Tulungagung kembali menggelar upacara bendera memperingati Hari Santri Nasional.

Upacara yang diikuti oleh segenap mahasiswa serta sivitas akademika IAIN Tulungagung ini diisi dengan pengibaran bendera sang saka merah putih yang diiringi Lagu Kebangsaan Indonesia Raya, pembacaan teks Pancasila, Pembukaan UUD 1945, Resolusi Jihad dan juga Ikrar Santri Indonesia yang kemudian diakhiri dengan do’a.

Selaku Inspektur Upacara, Rektor IAIN Tulungagung, Maftukhin dalam amanatnya menyampaikan bahwa perjuangan kemerdekaan Indonesia tidak lepas dari peran para santri pada masa perang kemerdekaan. Dengan munculnya Resolusi Jihad yang dikeluarkan oleh para kyai pada 22 Oktober 1945, maka para santri pun melakukan perlawanan secara fisik terhadap penjajah Belanda yang hendak kembali melakukan agresi militer bersama sekutunya melalui kota Surabaya. Tak sedikit mereka yang akhirnya syahid dalam pertempuran tersebut. Akhirnya peperangan pun mencapai puncaknya pada 10 November 1945 yang memaksa tentara sekutu mundur.

Dengan peristiwa tersebut Rektor mengingatkan, bahwa perjuangan untuk mencapai kemerdekaan yang kita nikmati saat ini tidaklah mudah. Penuh pengorbanan baik itu harta maupun bahkan nyawa, termasuk para santri. Namun perjuangan untuk mengisi kemerdekaan saat ini tidaklah lebih mudah. Karena musuh saat ini tidaklah terlalu nampak.

“Pada masa perang kemerdekaan musuh kita nampak. Asal mereka adalah Belanda maka adalah musuh yang harus kita lawan. Tapi sekarang kadang musuh kita tidak nampak, karena mereka nampak sama kulit dan bahasanya”, kata Rektor.

Karena musuh yang nampak sama, maka kita sebagai bangsa Indonesia harus banyak belajar. Karena penjajahan saat ini tidak musti harus dengan peperangan, tapi juga melalui intelektual serta adat dan budaya. Maka dari itu Rektor menghimbau kepada semua pihak, terutama para santri yang ada di IAIN Tulungagung untuk belajar dengan baik. Belajar dengan penuh semangat. Harapannya mereka nantinya bisa menjadi ulama' dan mampu memajukan peradaban masyarakat sebagaimana jargon IAIN Tulungagung sebagai kampus dakwah dan peradaban.

Lebih lanjut Rektor mengatakan, bahwa IAIN Tulungagung sebagaimana yang dicanangkan oleh Presiden Jokowi dengan revolusi mental maka diselenggarakan program madrasah diniyah atau madin di kampus ini. Hal ini guna meningkatkan pendidikan keagamaan bagi mahasiswa guna mendorong mental mahasiswa untuk lebih baik.

“Jadi, mari kita belajar untuk bisa lebih baik, mari kita perbaiki mental kita sehingga kita bisa memberikan yang terbaik untuk membangun sebuah peradaban yang lebih baik di negeri ini. Karena bagaimanapun juga peradaban adalah kata kunci kita dalam melawan penjajahan dalam bentuk apapun. Oleh karena itu, mari dengan semangat hari santri ini kita berbuat yang lebih baik untuk bangsa ini”, pungkas Rektor. (humas)

Add comment

Security code
Refresh