Kamis, 20 Juli 2017 16:13
Print

Gorontalo – Bersama kurang lebih 437 mahasiswa dari seluruh nusantara, 5 mahasiswa IAIN Tulungagung mulai 20 Juli 2017 mengikuti Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kebangsaan yang diselenggarakan di Provinsi Gorontalo. Para mahasiswa tersebut merupakan mahasiswa-mahasiswa terbaik dengan latar belakang keilmuan, suku bangsa dan budaya berbeda yang berasal dari 53 perguruan tinggi dari berbagai provinsi di Indonesia dan perguruan tinggi dari Gorontalo serta 2 perguruan tinggi dari luar negeri (Malaysia dan Jepang).

Kuliah Kerja Nyata Kebangsaan (KKN KEBANGSAAN) adalah program Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan, Kemenristekdikti bekerjasama dengan Majeleis Rektor Perguruan Tinggi Negeri Indonesia (MRPTNI). Tahun ini dilaksanakan pada tanggal 20 Juli hingga 23 Agustus 2017 di Kabupaten Bone Bolango, Gorontalo. Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi Mohamad Nasir dalam acara yang dilaksanakan di ruang Auditorium Universitas Negeri Gorontalo (UNG), Gorontalo (20/7/2017). Tema yang diangkat adalah “Merajut tali kebangsaan melalui penerapan program konservasi lingkungan dalam mendukung kedaulatan pangan berbasis pemberdayaan”.

Hadir dalam acara pembukaan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan Wiranto, Wakil Gubernur Gorontalo Idris Rahim, Rektor Universitas Negeri Gorontalo Syamsu Qamar Badu, Dirjen Pembelajaran dan Kemahasiswaan Intan Ahmad, Bupati dan Walikota se-Gorontalo, Direktur Kemahasiswaan Didin Wahidin, peserta KKN Kebangsaan dan tamu undangan lainnya.

Rektor UNG, Syamsu Qamar Badu dalam sambutannya pada pembukaan KKN Kebangsaan mengatakan bahwa pihaknya merasa berterima kasih bisa menjadi tuan rumah. Hal senada juga disampaikan oleh Gubernur Gorontalo, Idris Salim. Dalam sambutannya Idris Salim berharap kepada segenap mahasiswa peserta KKN Kebangsaan untuk menunjukkan segenap kemampuannya kepada masyarakat Gorontalo.

“Kami harap kalian juga bisa bersinergi dengan masyarakat untuk mewujudkan apa yang jadi tujuan KKN Kebangsaan, yang diantaranya adalah sebagai wadah pembentukan karakter bangsa dalam rangka mewujudkan kedaulatan NKRI.”, kata Idris Salim.

Menristekdikti dalam sambutannya ketika membuka acara menyampaikan bahwa, dengan adanya kegiatan tersebut diharapkan para mahasiswa kelak dapat menjadi pemimpin yang baik, profesional di bidangnya, dan terus merajut rasa kebangsaan, cinta tanah air, dan memahami serta menghayati Bhinneka Tunggal Ika dalam wadah NKRI yang utuh dan kokoh.

“Tunjukkan prestasi kalian sebagai generasi terbaik. Dan yang tidak kalah penting, tetaplah merajut tali kebangsaan, Pancasila sebagai ideology kita dan Bhineka Tunggal Ikha sebagai semboyan kita”, tegas Menristekdikti.

KKN Kebangsaan yang diselenggarakan di Gorontalo ini merupakan gelaran ketiga. IAIN Tulungagung marupakan salah satu dari tiga Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) yang mengikuti KKN Kebangsaan Tahun ini. Selain IAIN Tulungagung, UIN Syarif Hidayatullah dan UIN Syarif Kasim juga mengirimkan delegasi. Bagi IAIN Tulungagung, tahun 2017 ini merupakan kali pertama mengirimkan delegasi. Menurut Rektor IAIN Tulungagung, Maftukhin, keikutsertaan IAIN Tulungagung merupakan hal yang sangat penting, karena ini merupakan bagian inseminasi nilai-nilai kebangsaan kepada mahasiswa IAIN Tulungagung untuk kemudian dilanjutkan kepada masyarakat yang ada di sekitar mereka.  “Jika nanti hasilnya ternyata bagus, tidak menutup kemungkinan pelaksanaan yang akan datang, IAIN Tulungagung akan ikut serta lagi”, kata Rektor. (chusnul lp2m for humas)

Add comment

Security code
Refresh