Rabu, 12 Juli 2017 17:32
Print

Tulungagung – Sebanyak 996 peserta mengikuti ujian Progam 5000 Doktor Kementerian Agama pada Rabu, 12 Juli 2017. Lokasi ujian tersebar di 21 Perguran Tinggi Keagamaan Negeri (PTKIN), salah satunya adalah IAIN Tulungagung. Terdata, 64 peserta mengambil lokasi ujian di IAIN Tulungagung. Adapun sebagai salah satu pelaksana program 5000 doktor, IAIN Tulungagung dipilih oleh sebanyak 62 peserta. Jumlah peserta ini menempati urutan keempat secara nasional setelah UIN Sunan Ampel Surabaya, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, dan UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.

Rektor IAIN Tulungagung, Maftukhin berpandangan bahwa banyaknya peserta yang menjadikan IAIN Tulungagung sebagai destinasi melanjutkan jenjang S-3 adalah hal yang membanggakan. “Betapa tidak? Secara tidak langsung ini merupakan bentuk pengakuan terhadap kualitas dan eksistensi IAIN Tulungagung oleh para dosen. Hal ini mengingat sebagian besar peserta program 5000 doktor adalah dosen”, kata lelaki kelahiran Pekalongan ini.

“Kondisi ini seolah menjadi pelengkap torehan yang dicapai IAIN Tulungagung pada tahun ini, yakni menjadi PTKIN dengan pendaftar terbanyak untuk kategori IAIN pada Ujian Masuk Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (UM-PTKIN) Tahun 2017,” terang alumnus Pondok Pesantren Lirboyo ini. Dengan demikian, pengakuan terhadap eksistensi dan kualitas IAIN Tulungagung menjadi lengkap, dari kalangan calon mahasiswa S1 dan dari kalangan dosen dari berbagai penjuru tanah air.

Lebih lanjut Maftukhin berharap pencapaian ini menjadi pelecut bagi seluruh sivitas akademika IAIN Tulungagung untuk terus meningkatkan dan mengembangkan IAIN Tulungagung. Tagline IAIN Tulungagung sebagai “Kampus Dakwah dan Peradaban” diharapkan bukan utopia belaka.

Sebagaimana diketahui, sejak tahun 2016, IAIN Tulungagung menjadi salah satu pelaksana program 5000 Doktor.  Program Studi yang diselenggarakan di IAIN Tulungagung adalah Manajemen Pendidikan Dasar Islam. Program 5000 Doktor merupakan program unggulan Direktorat Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam, Direktorat Jenderal Pendidikan Islam, Kementerian Agama RI. Program ini pertama kali diluncurkan oleh presiden RI, Joko Widodo pada Desember 2014. Program 5000 Doktor meliputi pemberian bantuan studi S3 bagi para tenaga pendidik dan tenaga kependidikan baik yang melanjutkan studi di kampus dalam negeri maupun luar negeri. (mah)

Add comment

Security code
Refresh