Selasa, 13 Juni 2017 15:31
Print

Jakarta –Seperti gaung bersambut, setelah beberapa hari yang lalu salah seorang mahasiswa PBA IAIN Tulungagung berhasil meraih Juara 2 lombar karya tulis di Universitas Udayana, kini giliran Setiamin, mahasiswi peserta beasiswa bidikmisi dari Jurusan Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir Semester VI berhasil memenangi Lomba Karya Tulis dalam even Musabaqah Karya Tulis Tafsir Nasional dan Tadarus Nusantara yang diselenggarakan oleh Ikatan Sarjana Qur’an Hadis (ISQH) dan Forum Komunikasi Mahasiswa Tafsir Hadis Indonesia.

Dalam even yang mulai digelar pada 10 Mei 2017 tersebut, karya tulis Septiamin yang berjudul “Merawat Kebhinekaan Berbasis Pendidikan Multikultural: Analisis ayat ayat Al-Quran dengan Pendekatan Hermeneutika Abid Al Jabiri” tersebut berhasil menembus 10 besar, sehingga melaju ke tahap presentasi.

Ada lima karya tulis yang masuk seleksi dari 4 kampus, yakni UIN Antasari Banjarmasin, IAIN Tulungagung, Sekolah Tinggi Filsafat Islam (STFI) Sadra, dan UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Pada tanggal 12 Juni 2017, karya tulis yang diseleksi tersebut presentasi di Masjid Istiqlal Lantai 2. Adapun dewan juri adalah Lulusan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta dan UIN sunan Ampel Surabaya.

Luar biasa, Setiamin yang meraih medali perunggu cabang lomba MMQ dalam PIONIR VIII di Aceh tersebut berhasil mengungguli semua finalis, sehingga mendapatkan Juara I Lomba Karya Tulis Tafsir tingkat nasional tersebut. Diikuti Juara II yang diraih oleh Tri Hermawan dari UIN antasari Banjarmasin, dan Juara III diraih oleh Nur Kholis dkk dari UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.

Dengan hasil tersebut, Setiamin mengaku cukup puas, karena usaha yang menurutnya cukup menguras tenaga tersebut terbayar lunas. “Saya juga senang karena bisa membuat orang tua dan dosen saya bangga”, kata gadis asal Desa Kalimanis, Kecamatan Doko, Kabupaten Blitar tersebut.

Menurut Setiamin, pada awalnya dia mengaku kesulitan dalam keikutsertaannya pada lomba tersebut. Selain karena hampir bersamaan dengan menyelesaikan setumpuk tugas ujian akhir semester, pada saat presentasi dia juga harus berhadapan dengan kondisi kesehatan yang kurang bagus. Tapi alhamdulillah, semua kendala tersebut bisa dilalui dan berhasil memperoleh prestasi maksimal.

Sementara itu, Rektor IAIN Tulungagung, Maftukhin mengaku bangga dengan prestasi tersebut. Karena dengan raihan prestasi tersebut menunjukkan bahwa mahasiswa IAIN Tulungagung juga mampu bersaing dengan perguruan tinggi yang lebih dulu besar. “Apalagi Setiamin adalah mahasiswa peserta beasiswa bidikmisi, yang difasilitasi oleh pemerintah supaya menjadi generasi yang unggul dan berprestasi.”, kata Rektor.

Lebih lanjut Rektor juga mengatakan, prestasi tersebut juga menunjukkan bahwa pendistribusian beasiswa bidikmisi di IAIN Tulungagung sudah tepat sasaran. Adapun negara juga tidak sia-sia dengan terselenggaranya beasiswa bidikmisi, karena dengan fasilitas tersebut ternyata berhasil memunculkan mahasiswa yang berprestasi layaknya Setiamin dari IAIN Tulungagung.

“Maka dari itu kami berharap, supaya prestasi yang diraih oleh Setiamin tersebut bisa menjadi motivasi bagi mahasiswa lain, terutama peserta bidikmisi maupun mereka yang mendapatkan UKT 0 untuk bisa mengukir prestasi terbaik”, pungkas Rektor. (humas)

Add comment

Security code
Refresh