Senin, 19 Desember 2016 10:49
Print

Tulungagung - Tak hanya tepat sasaran, namun juga memberikan manfaat lebih dalam peningkatan kualitas outputnya, itulah harapan dari IAIN Tulungagung terhadap keberadaan program beasiswa bidikmisi. Maka dari itu, berbagai upaya dilakukan supaya mahasiswa peserta beasiswa bidikmisi di IAIN Tulungagung memiliki motivasi lebih untuk mengembangkan diri mereka dalam berbagai bidang selain dalam prestasi akademik.

Sebagai salah satu upaya untuk memberikan motivasi tersebut, maka IAIN Tulungagung melakukan pembinaan bagi mahasiswa peserta bidikmisi pada Kamis siang (15/12) kemarin. Adapun kegiatan tersebut diisi oleh Kasi Kemahasiswaan Subdit Sarpras dan Kemahasiswaan Direktorat Diktis Ditjen Pendidikan Islam, Ruchman Basori.

Rektor IAIN Tulungagung, Dr. Maftukhin, M.Ag. dalam sambutannya pada pembukaan acara mengatakan, bahwa dengan kegiatan tersebut diharapkan para mahasiswa supaya mengikuti kegiatan tersebut dengan baik hingga akhir acara.

Tak lupa, Rektor IAIN Tulungagung juga menyampaikan, selain dilakukan pembinaan seperti ini, IAIN Tulungagung juga memberikan pembekalan keterampilan bagi para peserta bidikmisi. Harapannya supaya setelah menjadi alumni mereka betul-betul siap untuk terjun di masyarakat serta mampu meningkatkan kualitas hidup masing-masing sekaligus juga bisa memberikan kontribusi bagi masyarakat sekitar sesuai dengan disiplin ilmu yang mereka miliki.

“Satu lagi, semoga dengan melihat minat masyarakat untuk menguliahkan putra putri mereka ke IAIN Tulungagung yang terbukti semakin meningkat dari tahun ke tahun, maka seyogyanyalah Kemenag bisa mengupayakan penambahan kuota bidikmisi di IAIN Tulungagung,” imbuh Rektor disambut tepuk tangan segenap yang hadir.

Kasi Kemahasiswaan, Ruchman Basori, dalam pemaparannya menyampaikan, bahwa 10 atau 15 tahun yang akan datang, banyak tantangan yang akan dihadapi oleh bangsa Indonesia. Hal tersebut menyusul prediksi akan efek adanya bonus demografi Indonesia. Menurutnya, itu memang sebuah keberuntungan bagi masyarakat Indonesia, karena pada masa tersebut mayoritas penduduk Indonesia berada pada masa usia paling produktif, sehingga dipastikan perekonomian Indonesia pada masa yang terbaik.

Akan tetapi, masih menurut Ruchman Basori, diprediksi akan ada banyak hal negatif yang ditakutkan akan muncul dengan perbaikan ekonomi Indonesia tersebut. Moralitas yang menurun, individualisme yang semakin kuat serta berbagai hal-hal negatif seperti yang ada di negara-negara maju pun sangat besar peluangnya akan muncul.

“Dengan begitu harapan kita adalah pada generasi anda, terutama dari Perguruan Tinggi Keagamaan Islam sebagai generasi yang mengambil peran penting dalam mengontrol moral dan mentalitas bangsa. Karena darimana lagi selain alumni pesantren dan PTKI yang memiliki bekal keagamaan di negara yang mayoritas penduduknya Islam ini”, terang Kasi Kemahasiswaan.

Oleh sebab itu, selalu meningkatkan prestasi baik itu akademik sekaligus non akademik akan menjadi modal dasar untuk menjawab tantangan zaman tersebut. “Prestasi akademik otomatis akan anda dapatkan dengan belajar tekun dan aktif di meja perkuliahan, namun prestasi non akademik anda harus mencari di ruang yang lain, apalagi  kalau bukan organisasi kemahasiswaan baik itu ekstra maupun intra kampus, seperti Unit Kegiatan Mahasiswa ataupun lainnya”, terang Ruchman Basori berapi-api.

Dikatakan pula oleh Kasi Kemahasiswaan, untuk meningkatkan prestasi tersebut, mahasiswa peserta bidikmisi memiliki fasilitas yang lebih baik. Mereka tidak lagi harus dipusingkan dengan biaya kuliah dan kebutuhan lainnya pada saat menjalani studi, maka dari itu para mahasiswa peserta bidikmisi seharusnya bisa memiliki segudang prestasi.

“Itu modal yang sangat berharga, jangan sampai anda kalah dengan mereka yang kuliah dengan biaya dari keringat mereka sendiri, jangan sampai anda kalah oleh prestasi mereka para mahasiswa yang kuliah nyambi jualan koran, karena disadari atau tidak anda adalah manusia-manusia dari generasi yang terpilih, jadilah semakin semangat, dan ukir prestasi setinggi-tingginya.”, pesan Ruchman Basori sebelum acara diakhiri. (humas)

Add comment

Security code
Refresh