IAIN Tulungagung Borong 5 Medali dalam Ajang OSKI 2019 di Makassar

Sabtu, 16 November 2019 11:22
Print

Makassar – Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Tulungagung berhasil memborong medali dalam even nasional Olimpiade Sains dan Karya Inovasi Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (OSKI) 2019 yang putaran finalnya digelar pada 14 sampai dengan 16 November 2019 di UIN Alaudin Makassar.

OSKI diselenggarakan untuk menyediakan ajang kompetisi dalam bidang Matematika, Fisika, Biologi, Kimia, dan Karya Inovasi Bidang Ilmu bagi mahasiswa dan dosen lingkup PTKI Negeri dan Swasta. Kompetisi ini merupakan bagian dari upaya terintegrasi dalam menumbuhkembangkan motivasi belajar, kreativitas, dan daya saing bagi mahasiswa untuk berprestasi. Kompetisi ini dirancang sebagai kompetisi yang sehat serta menjunjung tinggi nilai-nilai sportivitas dan keadilan.

Salah satu dosen yang ikut dalam tim IAIN Tulungagung, Eny Setyowati melalu whatsapp menyampaikan bahwa ada 14 mahasiswa dan 6 dosen IAIN Tulungagung mengikuti putaran final OSKI PTKI 2019 di Makasar. Dari 14 mahasiswa tersebut, sebanyak 9 mahasiswa mengikuti Olimpiade Sains dan 2 tim mengikuti karya inovasi mahasiswa dan dosen. Selain itu 1 dosen mengikuti karya inovasi dosen. Sebanyak 20 mahasiswa dan dosen tersebut terdiri atas finalis, dosen pembimbing, dan sebagai reviewer.

Eny menceritakan bahwa kegiatan OSKI ini diharapkan akan melahirkan ilmuwan-ilmuwan Islam yang ahli di bidang sains dan teknologi. Tahapan OSKI meliputi seleksi administrasi, penyisihan dan final. Seleksi administrasi dilakukan oleh panitia pusat, sedangkan babak penyisihan dilakukan di perguruan tinggi masing-masing dengan sisten CBT pada tanggal 30 Oktober 2019.

“Setelah bersaing dengan 17 perguruan tinggi dalam 6 kategori yang dilombakan, kita berhasil mendapatkan 5 medali,” kata Eny.

Adapun dalam even yang luar biasa tersebut, dia menyebutkan kelima medali tersebut antara lain: medali perak Olimpiade Matematika, medali perak Karya Inovasi Mahasiswa dan Dosen, medali perunggu Olimpiade Kimia, medali perunggu Karya Inovasi Dosen, serta honorable mention karya inovasi mahasiswa dan dosen.

“Raihan prestasi ini tak lain berkat kerjasama dan bimbingan oleh dosen pembimbing dan segenap panitia yang terlibat di dalamnya. Persiapan dilakukan sejak bulan September dan alhamdulillah mendapatkan hasil yang membanggakan,” pungkas Eny yang juga Ketua Jurusan Tadris Biologi ini.(humas/sin)