Kamis, 14 November 2019 13:37
Print

Jakarta – Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Tulungagung kembali menorehkan prestasi dalam pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata Revolusi Mental (KKN RM) dari Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK RI). Setelah tahun lalu menerima penghargaan kategori pengelola program terbaik, kali ini IAIN Tulungagung menerima penghargaan sebagai pelaksana KKN RM kategori publikasi terbaik.

Penghargaan tersebut diterimakan langsung oleh Menko PMK RI, Muhadjir Effendi kepada Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) IAIN Tulungagung, Ngainun Na’im pada pembukaan Rapat Evaluasi Kuliah Kerja Nyata Tematik Revolusi Mental Tahun 2019 pada Kamis Pagi (14/11/2019) di Hotel Borobudur, Jakarta.

Deputi Menteri Bidang Pendididikan dan Agama Kemenko PMK RI, Agus Sartono dalam sambutannya pada acara tersebut menyampaikan, bahwa KKN tematik revolusi mental ini sudah menginjak tahun kelima sejak tahun 2014. Kegiatan ini melibatkan 55 perguruan tinggi dan melibatkan kurang lebih sebanyak 42.000 pengabdi dengan rerata durasi pengabdian 2 bulan di wilayah masing-masing.

Menko PMK RI, Muhadjir Effendi dalam sambutannya memberikan apresiasi positif atas terlaksananya KKN RM selama ini. Namun dia juga menyarankan supaya ke depan, KKN RM akan dievaluasi.

“Mungkin perlu diteruskan ada wadah alumni peserta KKN RM, untuk memastikan diaspora mahasiswa RM meneruskan perannya sebagai agen nilai-nilai revolusi mental terus berlanjut.

Sementara itu, Ketua LP2M IAIN Tulungagung,Ngainun Na'im melalui pesan elektronik menjelaskan, bahwa pada tahun anggaran 2019 ini adalah merupakan kelima kalinya KKN RM dilaksanakan, dan merupakan kedua kalinya IAIN Tulungagung menjadi peserta. Adapun jumlah peserta KKN RM 2019 IAIN Tulungagung ada 540 orang yang terbagi menjadi 22 kelompok yang tersebar pada 11 desa di Kecamatan Panggul dan 14 kelompok yang tersebar pada 7 desa di Kecamatan Pule Kabupaten Trenggalek.

Sukses didapatkannya penghargaan sebagai peserta dengan publikasi terbaik ini tak lepas dari upaya pengelolaan KKN Revolusi Mental berbasis online mulai dari pendaftaran, kualifikasi dan perekrutan hingga proses pelaporan kegiatan. Ditambah lagi pengelolaan publikasi secara maksimal dengan melibatkan secara langsung mahasiswa dalam reportase yang beritanya diupload ke website LP2M IAIN Tulungagung pada laman lp2m.iain-tulungagung.ac.id. Publikasi juga dilakukan beberapa platform media sosial mulai Youtube, Twitter, Facebook, Instagram dan lain-lain.

“Selain reportase, kami juga mendorong para mahasiswa untuk menulis artikel tentang pelaksanaan KKN RM yang kami terbitkan menjadi buku. Tak hanya mahasiswa, para dosen pembimbing lapangan juga ikut menyumbangkan tulisannya ke dalam buku tersebut. Dan akhirnya ada 12 buku yang kami berhasil kami terbitkan,” terang Na'im.

Adapun 12 judul buku yang diterbitkan oleh LP2M hasil kegiatan KKN RM 2019 antara lain; Mengurai Jejak Peradaban, Ngumpulne Balung Pisah, Sekapur Sirih KKN Desa Barang, Simpul Kiah Kasih di Bumi Wonocoyo, Sorai Aksara, Misteri Sumur Telu, Berbagi Makna Mengabdi untuk Desa Mandiri, Jombok Membawa Kenangan, Menukil Kisah Sebuah Perjalanan, Revolusi Mental di Negeri Atas Awan, Cerita, Cita-cita dan Cinta dan Mewujudkan Kertowono Mandiri.

“Dan alhamdulillah, upaya kami berbuah penghargaan dari Kemenko PMK RI.  Terimakasih pada semua pihak yang telah ikut membantu terlaksana dan suksesnya KKN RM IAIN Tulungagung 2019 sehingga kami mendapatkan penghargaan dari Kemenko PMK RI,” kata Na'im. (humas/sin)