Menteri Agama Senang Bisa Melepas KKN IAIN Tulungagung

Selasa, 16 Juli 2019 18:43
Print

Tulungagung – Kuliah Kerja Nyata (KKN) gelombang II Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Tulungagung dilepas oleh Menteri Agama Republik Indonesia, Lukman Hakim Saifuddin, Selasa (16/07/2019) di halaman kampus setempat.

Mahasiswa peserta KKN berbaris di depan gedung KH. Arief Mustaqim. Para dosen pembimbing pun turut mendampingi. Bersama mereka turut serta tim LP2M IAIN Tulungagung sebagai penanggung jawab KKN.

Usai melakukan peletakan batu pertama pembangunan perpustakaan kampus, Menteri Agama Lukman Hakim berjalan didampingi Rektor IAIN Tulungagung, Maftukhin menuju panggung yang telah disediakan.

Dalam sambutannya, Rektor IAIN Tulungagung, Maftukhin mengatakan bahwa KKN yang diselenggarakan ada lima jenis.

Yakni KKN kebangsaan di Ternate-Tidore, KKN Nusantara di Samarinda, KKN Internasional di Thailand Selatan. Untuk KKN-Revolusi Mental di Kecamatan Panggul dan Pule Kabupaten Trenggalek. Sedangkan, KKN-Reguler di Kecamatan Dongko dan Suruh Kabupaten Trenggalek. Serta, Kecamatan Pagerwojo Kabupaten Tulungagung.

Rektor menjelaskan bahwa KKN RM ada 5 nilai yang ingin dicapai yakni Indonesia melayani, bersih, mandiri, sehat, dan bersatu.

Jumlah mahasiswa yang terlibat dalam KKN ada 1.612 orang. Rinciannya KKN-Reguler sebanyak 1.081 mahasiswa. KKN-RM sejumlah 511 mahasiswa. Untuk KKN-Internasional ada 10 mahasiswa. KKN-Kebangsaan dan KKN-Nusantara masing-masing ada lima mahasiswa.

Maftukhin juga menjelaskan KKN kali ini gelombang kedua. Sebab, gelombang pertama telah digelar pada Januari. Pelaksaan KKN berlangsung selama sebulan lebih. KKN akan usai pada akhir Agustus.

“KKN Revolusi Mental yang diselenggarakan pada 2018 mendapatkan sebagai penyelenggara KKN-RM terbaik nasional. Kita mengalahkan beberapa universitas besar,” katanya.

Pria kelahiran Pekalongan ini melanjutkan prestasi lain yang diperoleh yakni sebagai satu-satunya IAIN di PTKIN yang terpilih di program KKN Kebangsaan.

“Kami juga terbaik internasional penyelenggara KKN Internasional di Thailand. Selain itu, KKN terbaik penggerak pemberdayaan masyarakat multisektoral di wilayah selatan,” terangnya.

Lebih lanjut Rektor menjelaskan, KKN di IAIN Tulungagung menjadi rujukan nasional pengembang tematik literasi. Ada pula menjadi rujukan nasional pengembang KKN berbasis sosial media.

“Jadi kegiatan KKN ini terekam dalam buku yang ditulis mahasiswa kita,” ujar guru besar bidang filsafat itu.

Sementara itu, Menteri Agama Republik Indonesia Lukman Hakim Saifuddin mengaku bersyukur bisa menjadi bagian proses pelepasan sejumlah mahasiwa IAIN Tulungagung untuk melakukan KKN.

“Saya bersyukur bisa di sini. KKN itu perwujudan, pengejawantahan, dan manifestasi dari keberadaan sodara sebagai mahasiswa. Ini menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari civitas akdemika dalam menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Yakni, Pendidikan, Penelitian dan Pengabdian Masyarakat,” ujar dia.

Lukman berpesan kepada para mahasiswa, kuliah kerja nyata adalah masa tahapan untuk berbaur di tengah masyarakat. Jadi, mahasiswa akan melaksanakan tiga hal. Yakni, tri dharma perguruan tinggi.

“Jadi selama beberapa hari anda mendapat materi pendidikan bersama masyarakat. Mendapat ilmu pengetahuan juga,” terangnya.

Dikatakan Lukman, di saat yang bersamaan pula mahasiswa bisa melakukan penelitian di tengah masyarakat. Sebab, mahasiswa hidup bersama dengan masyarakat. Selanjutnya, bersama masyarakat mencari jalan keluar.

“Berdasarkan proses pendidikan yang dialami beberapa semester di kampus. Saudara bisa bersama masyarakat mencari solusi pada masalah yang dihadapi,” terang dia.

Menurut Menteri Agama ini, tri dharma bisa diejawantahkan melalui KKN.

“Jadi, saya bersyukur bisa ikut melepas KKN ini. Saya sangat percaya dengan para penanggungjawab dan dosen pembimbing agar mengawal KKN menjadi laboratorium sosial,” kata Menteri Agama.

Lukman berpesan, satu modal penting di tengah masyarakat, yaitu selalu rendah hati mendampingi masyarakat.

“Meski saudara mahasiswa. Siswa yang maha. Anda harus tetap rendah hati. Karena dengan rendah hati dan tetap bersahaja, apa pun masalah yang kita hadapi bisa terselesaikan dengan baik,” ujarnya. (lp2m/aam)