Mudir Ma’had Al-Jami’ah IAIN Tulungagung Paparkan Program Madin di UNISNU Jepara

Selasa, 28 Mei 2019 12:35
Print

Jepara - Rabu (15/05/2019) Mudir Ma’had Al-Jami’ah IAIN Tulungagung, Teguh memenuhi undangan Rektor UNISNU Jepara. Pada kesempatan itu, Mudir Ma’had Al-Jami’ah IAIN Tulungagung disambut lansung oleh Rektor UNISNU Jepara, Sa’dullah Assa’di. Adapun undangan tersebut adalah rangka mengisi kegiatan workshop Dirasat al-Qur’an dan Madrasah Diniyah yang dilaksanakan di Gedung Pascasarjana UNISNU Jepara, yang dimulai pada pukul 09.00 WIB.

Workshop tersebut dihadiri oleh seluruh pimpinan dari UNISNU Jepara, dari Unsur Rektor sampai dengan Ketua Jurusan, dihadiri pula pimpinan yayasan UNISNU Jepara. Kegiatan ini bermula dengan adanya kegelisahan dari Pimpinan UNISNU Jepara yang menemukan bahwasanya terdapat mahasiswa yang kurang dalam hal baca dan tulis al-Qur’an.

Tentu hal tersebut mendorong para pimpinan UNISNU JEPARA membuat terobosan untuk menyelesaikan masalah tersebut. Sehingga Program MADIN IAIN Tulungagung dipilih untuk dijadikan sebagai rujukan dan dipandang sangat berhasil dalam pengelolaannya.

Dalam pemaparannya, Teguh menyampaikan bahwasanya secara umum kampus-kampus di lingkungan PTKIN memiliki masalah yang hampir sama yakni terdapat mahasiswa yang belum bisa menguasai baca dan tulis al-Qur’an. Sehingga Lahirlah Program Dirasat al-Qur’an dan Madrasah Diniyah di Lingkungan IAIN Tulungagung. Ternyata, hal tersebut di respon positif oleh para unsur pimpinan di IAIN Tulungagung. Program Dirasat al-Qur’an dan Madrasah Diniyah diwajibkan oleh seluruh mahasantri baru di lingkungan IAIN Tulungagung.,

Lebih lanjut, Teguh menjelaskan juga bahwa Program Dirasat al-Qur’an dan Madrasah Diniyah dilaksanakan setiap hari senin s.d kamis pada pukul 07.00 WIB sampai dengan 08.30 WIB. Hasil dari kegiatan ini adalah diterbitkannya sertifkat yang berfungsi sebagai bukti yang digunakan untuk mengikuti ujian komprehensif di kemudian hari, dan syarat untuk mengajukan beasiswa.

“Untuk ustadz dan ustadzah selaku pengajarnya, Pusat Ma’had al-Jami’ah IAIN Tulungagung melakukan MoU dengan LP Ma’arif NU Tulungagung, dan Himasal. Disamping Program Dirasat al-Qur’an dan Madrasah Diniyah, Mudir Ma’had menyampaikan pengeloaan program yang diperuntukkan santri ma’had mukim.”, terang Teguh.

Seusai pemaparan materi, acara dilanjutkan dengan sesi tanya jawab antara pemateri dan pimpinan UNISNU Jepara. Diantaranya mengenai bagaimana kurikulum, lama pelaksnaan program Program Dirasat al-Qur’an dan Madrasah Diniyah, masalah motivasi mahasantri, gesekan antara ustadz/ah MADIN dan dosen, dampak Program Dirasat al-Qur’an dan Madrasah Diniyah.

Diakhir sesi tanya jawab, Teguh menyampaikan manfaat Program Dirasat al-Qur’an dan Madrasah Diniyah salah satunya adalah kepercayaan orangtua terhadap IAIN Tulungagung karena adanya program tersebut.

Di akhir, Rektor UNISNU Jepara mengamanatkan kepada Pusat Studi Aswaja UNISNU Jepara untuk bisa menindaklanjuti Program Madrasah Diniyah di lingkungan UNISNU Jepara dengan formulasi, kebutuhan dan kearifan lokal yang ada.(humas/mahad/kan)