Pascasarjana IAIN Tulungagung Gelar Seminar Internasional Bahasa Arab

Jumat, 03 Mei 2019 17:20
Print

Tulungagung – Bahasa Arab adalah salah satu bahasa terpenting dalam dunia pendidikan Islam. Termasuk Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKIN) seperti Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Tulungagung. Karena salah satu sumber terbesar keilmuan di PTKIN adalah berupa teks-teks Bahasa Arab. Belum lagi bahasa ini juga merupakan bahasa dengan penutur terbesar keempat setelah Bahasa Inggris. Maka dari itu Pascasarjana terus berupaya meningkatkan pengembangan Pendidikan Bahasa Arab, salah satunya dengan Seminar Internasional yang diselenggarakan pada Jum’at pagi (03/05/2019) di Auditorium Lantai 5 Pascasarjana IAIN Tulungagung.

Dibuka langsung oleh Direktur Pascasarjana, Akhyak, ada kurang lebih 340 peserta hadir memadati Auditorium tempat digelarnya seminar tersebut.

Hadir sebagai narasumber adalah Abdel Aziz Abbaci dari Aljazair yang membawakan materi dengan tema Maziyyah al-Lughah al-Arabiyyah min Nahiyati Lughah al-‘Alam. Dalam materi tersebut Abdel Aziz menyampaikan bahwa di dunia global hendaknya antara Arab dan Non-Arab, Barat dan Timur hendaknya tidak berhubungan secara diametral atau terpisah. Melainkan harus bersifat dialogis dan saling memahami satu sama lain.

“Tidak boleh ada hegemoni budaya atas budaya lain dengan tujuan neo-imperialisme”, katanya.

Hal ini penting karena disadari ataupun tidak, antara Barat dan Timur, termasuk antar Arab dan Non-Arab sebenarnya ada keterkaitan dalam kepentingan di segala lini kehidupan. Makanya harus terjalin komunikasi yang lebih humanis dan dialogis. Tentu saja Bahasa Arab menjadi salah satu unsur penting untuk dikembangkan sebagai sebuah ilmu pengetahuan dalam rangka mendukung proses dialog tersebut.

Sementara itu, narasumber yang juga merupakan salah satu dosen Bahasa Arab senior di IAIN Tulungagung, Kojin menyampaikan materi dengan tema "Asroru Uslubi Lughati Al-Qur'an". Dalam materi ini, Kojin mengungkap betapa Bahasa Arab memiliki banyak keunggulan. Menurutnya dari huruf perhuruf, atau kata perkata, hingga uslub dan kandungan maknanya bahasa arab memiliki keistimewaan yang tidak dimiliki oleh bahasa lain.

Otentisitas Bahasa Arab juga menjadi keistimewaan tersendiri, karena dari sejak zaman Nabi hingga sekarang tidak banyak berubah. Sehingga Bahasa Arab memiliki fungsi penting dalam menjaga kemurnian ajaran Islam. Sebuah agama yang nyata-nyata terbesar meski di negara non-Arab seperti Indonesia. Jadi penting PTKIN untuk lebih besar perhatiannya terhadap pengembangan Pendidikan Bahasa Arab.

Sementara itu, narasumber lain, Abad Badruzzaman, yang juga menjabat sebagai Wakil Rektor III IAIN Tulungagung, menyampaikan materi dengan tema "Tanmiyyatu al-Lughah al-'Arabiyyah fi al-Jami'ah ad-Da'wah wal Hadharah". Seolah memperkuat apa yang disampaikan oleh pemateri sebelumnya, Abad menyoroti soal pentingnya penajaman mahasiswa PTKIN dalam kemampuan berbahasa Arab. Karena ini sangat penting dalam berbagai bidang pengetahuan yang banyak juga bersumber dari teks-teks klasik berbahasa Arab.

"Perlu penajaman kemampuan mahasiswa islam terhadap Bahasa Arab guna kemudahan akses mereka terhadap literatur-literatur induk yang berbahasa Arab," katanya.

Sedangkan pemateri terakhir dalam acara tersebut, sekaligus pemateri termuda, Basmah Salaeh dari Thailand mengemukakan materi bertema "Istirojiyyatu Ta'limu al-Lughah al-'Arabiyah Li Tarqiyah al-Maharah al-Kalam“. Dalam materi tersebut, alumni Al Azhar University mesir yang tengah menempuh S-2 Pendidikan Bahasa Arab di IAIN Tulungagung tersebut menyampaikan bahwa perlu pembiasaan berbicara Bahasa Arab antara lain dengan memperkaya mufrodat dan membiasakan diri berbicara menggunakan bahasa arab kapan dan di mana saja.

“Ini penting karena dalam bahasa apapun, pembiasaan dan intensitas selalu mendukung kemampuan untuk bertutur baik secara lisan maupun tulis”, katanya.

Jadi dalam seminar tersebut dapat diambil garis besar, bahwa dialog antar budaya yakni Barat dan Timur, Arab dan Non-Arab harus terjalin dialog yang baik sehingga bisa saling melengkapi di dalam setiap lini kehidupan, bukannya saling menancapkan hegemoni satu sama lain. Salah satu unsur pendukungnya terjalinnya dialog tersebut adalah bahasa sebagai alat komunikasi, termasuk bahasa Arab. Sehingga di perguruan tinggi Islam seperti IAIN Tulungagung yang memiliki peran akademis dalam pengembangan ilmu pengetahuan perlu ditingkatkan terkait kemampuan berbasa Arab dalam rangka mengakses literatur-literatur induk berbahasa Arab. (humas/sin/rod)