Pemuda Diharapkan Pro Aktif Cegah Tindak Pidana Korupsi

Senin, 22 April 2019 14:14
Print

Tulungagung – Pemuda, dalam hal ini termasuk Mahasiswa Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Tulungagung diharapkan untuk ikut pro aktif dalam rangka melakukan pencegahan tindak pidana korupsi di manapun berada. Karena pada prinsipnya pemberantasan korupsi tidak hanya bisa dilakukan dengan penindakan kepada pelaku, tapi juga dengan pencegahan. Hal tersebut disampaikan oleh Penasehat Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI, Budi Santoso dalam Studium Generale yang diselenggarakan Pusat Studi Konstitusi dan Otonomi Daerah (PUSKOD) IAIN Tulungagung pada Senin pagi (22/04/2019) di Aula Lantai 3 Gedung Rektorat.

“Penindakan itu penting untuk memberikan efek jera pada pelaku atau bagi yang masih akan melakukan, namun pencegahan tidak kalah penting karena bisa menjauhkan dari dampak terjadinya korupsi kepada masyarakat,” kata Budi.

Maka dari itu, kata Budi, tugas KPK tidak sekedar melakukan penindakan pelaku korupsi, namun juga melakukan supervisi dan pengawasan kepada lembaga-lembaga pemerintah mulai dari perencanaan kerja hingga realisasinya. Juga melakukan pendidikan di sekolah-sekolah hingga perguruan tinggi seperti IAIN Tulungagung ini. Dan adalah sangat mungkin bagi mahasiswa untuk ikut ambil bagian dalam peran pencegahan tersebut.

“Jadi kami harapkan, mahasiswa IAIN Tulungagung untuk mempelajari lebih dalam tentang bagaimana pencegahan korupsi sehingga bisa pro aktif ikur serta mencegah tindak pidana korupsi,” kata Budi yang juga mantan Komisioner Ombudsman RI ini.

Sebelumnya, Rektor IAIN Tulungagung, Maftukhin dalam sambutannya saat membuka acara tersebut juga meminta untuk para mahasiswa lebih tekun belajar serta lebih peka terhadap fenomena sosial di masyarakat. Ini penting karena mahasiswa adalah bagian agen perubahan. Termasuk dalam pemberantasan korupsi. Karena mereka belum terbebani dengan persoalan-persoalan lain seperti pemenuhan kebutuhan ekonomi rumah tangga.

Rektor juga berpesan, bahwa dalam momen politik seperti saat ini, mahasiswa tidak ikut terbawa arus perilaku politik yang menyimpang seperti money politic dan sejenisnya. Karena money politic sebetulnya bisa menjadi pangkal dari adanya korupsi di pemerintahan baik itu di legislatif maupun eksekutif.

Ikut hadir dalam stadium general tersebut segenap sivitas akademika dan juga beberapa pejabat Fakultas Syariah dan Ilmu Hukum (FASIH) IAIN Tulungagung. Di samping kurang lebih 200 peserta yang merupakan mahasiswa FASIH dan beberapa mahasiswa dari fakultas lain. (humas/sin)