Kamis, 04 April 2019 16:36
Print

Jakarta –IAIN Tulungagung berhasil menerima penghargaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Revolusi Mental (RM) tahun 2018. Penghargaan tersebut diterimakan oleh Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, YB Satya Sananugraha pada Kamis (04/04/2019) di Jakarta.

Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LP2M) IAIN Tulungagung, Ngainun Naim mengatakan bahwa sebenarnya tahun 2018 adalah merupakan kali pertama Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) dalam hal ini Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Tulungagung menjadi salah satu pengelola Kuliah Kerja Nyata (KKN) Revolusi Mental (RM) yang diselenggarakan oleh Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) bekerjasama dengan Kementerian Riset, Tenologi dan Pendidikan Tinggi   (Kemenristekdikti) dan Kementerian Agama (Kemenag) Republik Indonesia. Adapun program KKN ini sudah berjalan 4 kali dengan diikuti oleh 38 PTN/PTKN se-Indonesia.

Naim juga mengatakan, bahwa keikutsertaan IAIN Tulungagung dalam program KKN RM yang diselenggarakan oleh Kemenko PMK menjadi pelengkap sub-bagian program pengabdian kepada masyarakat IAIN Tulungagung menjadi beberapa jenis program KKN yang selama ini sudah berjalan, di antaranya KKN Kebangsaan, Nusantara, Internasional (Thailand), Reguler yang meliputi kabupaten sekitar dan yang terahir Revolusi Mental ini. Dalam pelaksanaan KKN RM ini, Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) sebagai pengelola program KKN IAIN Tulungagung terus melakukan koordinasi, diskusi, dan pendampingan secara intensif baik secara internal kampus seperti pihak pejabat Rektorat, Dosen Pendaping Lapangan (DPL), segenap crew LP2M, pihak eksternal kampus seperti pejabat kecamatan dan desa, beserta pihak Kemenko PMK. KKN RM ini tergolong jenis baru bagi IAIN Tulungagung sehingga memang membutuhkan kontrol serius dari pengelola dengan mahasiswa (sebagai peserta program KKN RM), sebagai pertanggung-jawaban kampus IAIN Tulungagung kepada Kementerian khususnya dari sisi program serta penggunaan anggaran dana.

“Puji syukur atas Ridho Allah SWT. Ternyata kerja keras tersebut membuahkan hasil yang tidak terkira bagi LP2M selaku pengelola. Berkat dukungan banyak pihak, tidak terkecuali kekompakan crew LP2M, menjadi salah satu kunci utama keberhasilan dalam menjalankan program KKN RM ini,” kata salah satu penulis buku terproduktif di IAIN Tulungagung tersebut.

Tahun 2018, KKN RM ini diikuti oleh 540 mahasiswa setelah melalui seleksi admistrasi, dimulai dari pendaftaran online sampai proses pembekalan oleh LP2M, Kesbangpol, pihak Kecamatan dan DPL KKN. Jumlah tersebut terbagi menjadi 36 kelompok untuk 18 desa, dari 2 kecamatan yakni kecamatan Bakung dan Wonotirto di kabupaten Blitar.

“Lelah dari pengelola program KKN RM akhirnya terbayar manis karena pada hari Kamis tanggal 4 April 2019, pengelola dipanggil untuk menerima penghargaan selaku Kampus terbaik dalam tata kelola KKN RM,” kata Na’im.

Penyerahan penghargaan yang dikemas dalam Executive Meeting & Penandatanganan Nota Kesepahaman KKN Tematik Revolusi Mental 2019 tersebutmemberikan apresiasi kepada IAIN Tulungagung yang baru pertama kali mengikuti KKN RM untuk mempresentasikan success story dalam pengelolaan yang selama ini telah dilakukan. Dengan harapan bisa memberikan inspirasi dan motivasi 38 kampus yang lainnya. Dalam acara tersebut IAIN Tulungagung bersanding dengan LP2M UPI untuk menerima penghargaan sebagai kampus terbaik dalam bidang pelaksanaan program KKN RM.

Dengan penuh kebanggaan, Ketua LP2M IAIN Tulungagung, Ngainun Naim memaparkan dengan jelas proses pengelolaan KKN RM dari rekrutmen peserta sampai pelaporan. Respon positif yang luar biasa dari berbagai kampus terkait prestasi tersebut, terbukti banyak apresiasi dan pertanyaan kepadanya.

“Semoga awal yang baik ini terus memacu inovasi dan produktifitas program pengabdian kepada masyrakat, khususnya pengelola program pengabdian di IAIN Tulungagung untuk terus mengabdi kepada negeri melalui KKN RM dalam pembangunan masyarakat dan sivitas akademika kampus,” harap Ngainun Na’im. (lp2m/naf)