Jumat, 21 September 2018 18:56
Print

Tulungagung – Direktur Pembangunan Daerah Tertinggal (PDT) Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendesa PDT) RI, Samsul Widodo, berharap supaya alumni Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Tulungagung tidak melulu bermimpi menjadi pegawai. Hal tersebut disampaikan dalam Yudisium FEBI 2018 yang berlangsung Jum’at pagi (21/09/2018) di Aula Lantai 6 Gedung KH Syaifuddin Zuhri.

Widodo menjelaskan, bahwa sudah bukan saatnya lagi alumni jurusan perbankan dari fakultas ekonomi hanya memimpikan bekerja di bank. Karena akhir-akhir ini mulai nampak beberapa bank sudah tidak lagi akan membuka cabang, apalagi sekarang sudah ada bank yang sudah tidak lagi memerlukan kantor. Begitupun dari jurusan akuntansi, karena sekarang sudah banyak instansi dan perusahaan yang mulai lebih memanfaatkan aplikasi, karena dinilai lebih efektif.

“Sudah saatnya alumni Fakultas Ekonomi untuk berinovasi dan lebih kreatif. Banyak peluang usaha yang dimasuki. Dan bisa menjadi kaya raya tanpa harus menjadi PNS maupun pegawai di instansi tertentu” kata Widodo.

Samsul Widodo mencontohkan dengan membandingkan antara bisnis transportasi antara taxi Blue Bird yang beroperasi sejak 1972 dan memiliki ribuan armada. Mereka hanya memiliki valuasi saham kurang lebih 9,8 triliun rupiah. Mereka kalah dengan bisnis GoJek yang valuasi saham yang mencapai 70 triliun, padahal mereka baru mulai beroperasi 2016. Dan perlu diketahui bahwa Blue Bird saat ini sudah jatuh pada kepemilikan generasi ketiga, sementara GoJek dimiliki seorang pemudah yang saat ini belum genap berumur 35 tahun.

“Ini adalah kekuatan dahsyat dari sebuah inovasi. Dengan memanfaatkan kemajuan teknologi informasi seperti saat ini, dengan mudah seseorang mengembangkan usahanya. Dan peluan ini masih sangat luas,” kata Widodo.

Dalam bidang lain, Widodo mencontohkan jual beli online hasil pertanian yaitu limakilo.id.. Menurutnya usaha ini sudah memiliki omzet milyaran. Owner-nya lagi-lagi juga masih anak muda. Yang menarik, selain usaha ini membuat pemiliknya menjadi kaya, ternyata juga memiliki kontribusi meningkatkan penghasilan petani, karena terhindar dari permainan tengkulak. Begitupun dengan situs regopantes.com yang ternyata bagi hasilnya antar investor, pemilik dan produsen atau petani ditentukan dengan prosentase tertentu tanpa disadari telah menerapkan ekonomi syariah.

Dengan beberapa contoh yang ada, Widodo berharap, para calon sarjana dari FEBI IAIN Tulungagung untuk segera berfikir kreatif dan inovatif dalam dunia usaha sebagaimana yang dilakukan beberapa pemuda tersebut. Ditegaskannya lagi bahwa peluang untuk mendapatkan penghasilan tak cukup dengan menjadi pekerja atau PNS, namun dengan berfikir kreatif dan inovatif serta ketekunan maka peluang sukses akan selalu terbuka, apalagi dengan bekal ilmu yang didapat selama empat tahun di kampus ini. (humas)