SBSN PTKIN
Online Services
Pengunjung
16527016
Hari ini
Kemarin
Minggu ini
Minggu lalu
Bulan ini
Bulan lalu
Total
712
3315
712
16497422
86746
167425
16527016
Your IP: 54.226.58.177
Tanggal : 20-01-2019 06:30:56
Kamis, 23 April 2015 14:58

(Tulungagung) “Kacang yang tidak lupa kulitnya”, begitu barangkali ungkapan yang tepat bagi Muhammad Nur Fatih atau yang lebih populer dipanggil Noval masih sempat mengunjungi kampus IAIN Tulungagung tempat dulu dia belajar. Noval yang saat ini berhasil menembus 40 besar KDI tersebut datang ke IAIN Tulungagung pada Selasa, 21 April 2015.

Datang sekitar jam 9 pagi, Noval langsung menuju ke Gedung Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) IAIN Tulungagung dan menemui Dekan FEBI, H. Dede Nurrohman, M.Ag. Setelah bertemu dengan Dekan, Noval mengunjungi adik-adiknya angkatannya yang kebetulan sedang ada di gedung FEBI IAIN Tulungagung. Dengan ramah dia menyapa setiap mahasiswa yang ada di sana.

Setelah dianggap cukup beramah tamah dengan mahasiswa di FEBI, Noval menuju ke Gedung Rektorat IAIN Tulungagung. Dia menemui beberapa karyawan dan pejabat termasuk Rektor IAIN Tulungagung, Dr. Maftukhin, M.Ag..

 
Jumat, 10 April 2015 16:03

(Tulungagung) Pada sekira akhir abad ke-19 silam, perbudakan bangsa Afrika dihapuskan. Untuk mengisi pekerja di perkebunan yang kosong, Belanda yang saat itu menjajah Nusantara membawa orang-orang Jawa ke tanah jauh, Suriname. Mereka dipekerjakan sebagai kuli kontrak. Ada yang datang sukarela, ada juga yang dipaksa dengan cara diculik dari desa-desa.

Orang keturunan Jawa tersebut kemudian menyebar di Suriname, beranak pinak. Tanpa menanggalkan budaya aslinya: Jawa.  Maka tak heran ada desa bernama Tamanredjo dan Tamansari. Menurut catatan, ada 65.000 orang di Suriname dan 30.000 di Belanda yang menggunakan Bahasa Jawa dalam percakapan sehari-hari.

Segala hal tentang Jawa pun kemudian berlanjut seiring bertambahnya populasi orang Jawa dan keturunannya di Suriname. Dan selain budaya, wong Jawa di Suriname juga masih memeluk agama asal mereka, Islam. Salah satu orang Jawa Suriname bahkan mendedikasikan diri untuk menyebarkan Islam. Namanya Soedirman Moentari yang kini tinggal di Den Haag - Belanda.

 
Rabu, 08 April 2015 16:26

(Tulungagung) Untuk meningkatkan pengetahuan dan kemampuan mahasiswa dalam melaksanakan ibadah Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) IAIN Tulungagung melaksanakan kegiatan mentoring praktikum ibadah. Hal tersebut dilakukan terhadap sekitar 1.435 mahasiswa FTIK yang saat ini berada di semester 2.

Untuk melaksanakan kegiatan mentoring tersebut, maka Selasa, 7 April 2015 FTIK melakukan pembekalan terhadap 50 mahasiswa yang dipilih untuk menjadi mentor bagi mahasiswa semester 2. Sejumlah 50 mahasiswa tersebut merupakan mahasiswa yang sudah berada di semester 4 ke atas. Dan dianggap memiliki pengetahuan lebih tentang pelaksanaan ibadah agama Islam.

 

Page 74 of 101

<< Start < Prev 69 70 71 72 73 74 75 76 77 78 Next > End >>
Hubungi Kami

Jl.Mayor sujadi timur No 46 Tulungagung
0355 - 321513

0355 - 321656

info[at]iain-tulungagung.ac.id